Vaksinasi Sebagai Upaya Pencegahan Primer

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling sukses dan efektif. Seiring dengan menurunnya angka kesakitan dan kematian anak pada umumnya maka kualitas hidup bangsa akan meningkat pula. Imunisasi telah membasmi penyakit cacar dan sejauh ini mampu menurunkan insiden polio secara global sebesar 99%. Menurut WHO, imunisasi yang efektif menjadi salah satu pilar sistem kesehatan guna mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2013

Meski memiliki sejarah kesuksesan yang tak terbantahkan dan menjanjikan harapan di masa depan, imunisasi masih merupakan agenda yang belum terselesaikan. Tak dapat dipungkiri, vaksin merupakan kontributor terbesar bagi kesehatan masyarakat, dan bukan antibiotik. WHO dan UNICEF bersama komunitas internasional lainnya telah mencanangkan bahwa tahun 2011-2020 adalah “The Decades of Vaccines (DOV)”. Hal tersebut menunjukkan besarnya harapan dunia terhadap program imunisasi sebagai upaya pencegahan primer.

Pencegahan primer adalah upaya untuk menghindari terjadinya sakit atau kejadian yang dapat mengakibatkan seseorang sakit atau menderita cedera dan cacat. Adapun upayanya antaralain adalah dengan memperhatikan gizi dengan sanitasi lingkungan yang baik. Ataupun dengan cara pengamanan terhadap cedera dan keracunan serta vaksinasi atau imunisasi terhadap penyakit.

Pencegahan sekunder dengan deteksi dini, bila diketahui adanya penyimpangan kesehatan seorang bayi atau anak maka intervensi atau pengobatan perlu segera diberikan untuk koreksi secepatnya. Memberi pengobatan sesuai dengan diagnosis yang tepat adalah suatu upaya pencegahan sekunder agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan, yaitu meninggal atau meninggalkan gejala sisa, cacat fisik maupun mental.

Pencegahan tersier adalah membatasi berlanjutnya gejala sisa tersebut dengan upaya pemulihan seorang penderita agar dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Contohnya terapi rehabilitasi medik pada seorang anak yang lumpuh karena penyakit polio maupun cacat lainnya karena cedera kecelakaan dan lain-lain sebab.

Pada hakekatnya kekebalan tubuh dapat dimiliki secara pasif maupun aktif. Keduanya dapat diperoleh secara alami maupun buatan. Kekebalan pasif yang didapatkan secara alami adalah kekebalan yang didapatkan transplasental, yaitu antibodi diberikan ibu kandung secara pasif melalui plasenta kepada janin yang dikandungnya. Semua bayi yang dilahirkan telah memiliki sedikit atau banyak antibodi dari ibu kandungnya.

More to explorer

Apa Ya Bedanya Vaksinasi dan Imunisasi ???

Vaksinasi Menurut Centers for Disease Control and Prevention, vaksinasi adalah ‘alat’ yang diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal dari penyakit.