Blog

Latest News
Vaksinasi Sebagai Upaya Pencegahan Primer

Vaksinasi Sebagai Upaya Pencegahan Primer

Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling sukses  dan efektif. Seiring dengan menurunnya angka kesakitan dan kematian anak  pada umumnya maka kualitas hidup bangsa akan meningkat pula. Imunisasi telah membasmi penyakit cacar dan sejauh ini mampu menurunkan insiden polio secara global sebesar 99%. Menurut WHO, imunisasi yang efektif menjadi salah satu pilar sistem kesehatan guna mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2013

Meski memiliki sejarah kesuksesan yang tak terbantahkan dan menjanjikan harapan di masa depan, imunisasi masih merupakan agenda yang belum terselesaikan. Tak dapat dipungkiri, vaksin merupakan kontributor terbesar bagi kesehatan masyarakat, dan bukan antibiotik. WHO dan UNICEF  bersama komunitas internasional lainnya telah mencanangkan bahwa tahun  2011-2020 adalah “The Decades of Vaccines (DOV)”. Hal tersebut  menunjukkan besarnya harapan dunia terhadap program imunisasi sebagai  upaya pencegahan primer.

Pencegahan primer adalah upaya untuk menghindari terjadinya sakit atau  kejadian yang dapat mengakibatkan seseorang sakit atau menderita cedera  dan cacat. Adapun upayanya antaralain adalah dengan memperhatikan gizi  dengan sanitasi lingkungan yang baik. Ataupun dengan cara pengamanan  terhadap cedera dan keracunan serta vaksinasi atau imunisasi terhadap  penyakit.

Pencegahan sekunder dengan deteksi dini, bila diketahui adanya  penyimpangan kesehatan seorang bayi atau anak maka intervensi atau  pengobatan perlu segera diberikan untuk koreksi secepatnya. Memberi  pengobatan sesuai dengan diagnosis yang tepat adalah suatu upaya  pencegahan sekunder agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan,  yaitu meninggal atau meninggalkan gejala sisa, cacat fisik maupun mental.

Pencegahan tersier adalah membatasi berlanjutnya gejala sisa tersebut  dengan upaya pemulihan seorang penderita agar dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Contohnya terapi rehabilitasi medik pada seorang anak yang lumpuh karena penyakit polio maupun cacat lainnya karena cedera kecelakaan dan lain-lain sebab.

Pada hakekatnya kekebalan tubuh dapat dimiliki secara pasif maupun  aktif. Keduanya dapat diperoleh secara alami maupun buatan. Kekebalan  pasif yang didapatkan secara alami adalah kekebalan yang didapatkan  transplasental, yaitu antibodi diberikan ibu kandung secara pasif melalui plasenta kepada janin yang dikandungnya. Semua bayi yang dilahirkan telah memiliki sedikit atau banyak antibodi dari ibu  kandungnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *